Saat saya hidupkan hukum2 Allah dan tulisan2 roh nubuat, saya sdg jadi target Setan utk diperangi

Why 12:17  Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Wahyu 12:17 telah disebut sebagai nubuatan bahwa karunia akan dipulihkan pada hari-hari terakhir. Pemeriksaan terhadap kesaksiannya akan mengkonfirmasi pandangan ini. Teks itu berbicara tentang sisa-sisa benih wanita itu. Wanita menjadi simbol gereja, keturunannya akan menjadi individu2 anggota yang membentuk gereja pada satu waktu; dan "sisa" dari benihnya adalah generasi terakhir orang Kristen, atau mereka yang hidup di bumi pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali. 

Teks tersebut selanjutnya menyatakan bahwa "mematuhi perintah-perintah Allah, dan memiliki kesaksian tentang Yesus Kristus;" dan "kesaksian Yesus" yang dijelaskan dalam pasal 19:10 menjadi "roh nubuat," yang harus dipahami sebagai yang di antara karunia-karunia itu disebut "karunia nubuat." 1 Korintus 12: 9, 10. {J 27.2}

Tulisan aslinya :

Revelation 12:17 has been referred to as a prophecy that the gifts would be restored in the last days. An examination of its testimony will confirm this view. The text speaks of the remnant of the woman’s seed. The woman being a symbol of the church, her seed would be the individual members composing the church at any one time; and the “remnant” of her seed would be the last generation of Christians, or those living on the earth at the second coming of Christ. The text further declares that these “keep the commandments of God, and have the testimony of Jesus Christ;” and the “testimony of Jesus” is explained in chapter 19:10 to be “the spirit of prophecy,” which must be understood as that which among the gifts is called “the gift of prophecy.” 1 Corinthians 12:9, 10. {PP 27.2}

Comments